Jumat, 09 November 2018

SUBHANALLAH..!! KETIKA KITA ZIARAH KUBUR, MAKA INILAH YANG TERJADI PADA PENGHUNI KUBUR.

SUBHANALLAH..!!
KETIKA KITA ZIARAH KUBUR, MAKA INILAH YANG TERJADI PADA PENGHUNI KUBUR.

Melakukan ziarah kubur merupakan sunnah Rasulullah. Karena dengan berziarah maka akan mengingatkan kita pada kematian yang pasti akan datang. Jika ingat mati, maka hal itu bisa melembutkan hati kita sehingga kita bisa lebih rajin beribadah.

Imam Al Munawi pernah berkata, “Tidak ada obat paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan hati pada dunia, dan membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa. Tidak ada amalan yang sedahsyat ini pengaruhnya.” (Faidhul Qaadir).

Utsman bin Sawad, seorang ulama salaf bercerita tentang ibunya yang seorang wanita yang ahli ibadah. Saat ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit sambil berkata, “Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang selalu menjadi sandaranku, alam hidupku, dan setelah kematianku. Jangan Engkau abaikan diriku saat mati, jangan biarkan aku kesepian dalam kuburku”. Kemudian ibunya pun meninggal dunia.
Pada suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan ibunya. Utsman berkata, “Wahai ibuku, bagaimana keadaanmu?”, “Wahai anakku, sesungguhnya kematian itu kesusahan yang dahsyat. Aku alhamdulillah ada di alam barzah yang terpuji. Ranjangnya harum dan bantalnya terdiri dari tenunan kain sutera” jawab ibunya.
“Apakah ibu ada keperluan kepadaku?”Utsman kembali bertanya, “Iya, jangan kamu tinggalkan ziarah yang kamu lakukan pada kami, sungguh aku sangat senang dengan kedatanganmu pada hari Jumat saat berangkat dari keluargamu. Orang-orang bakal berkata kepadaku: ‘Ini anakmu telah datang’. Lalu aku merasa senang dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga senang”.

Dilansir dari akun Youtube YtCrash Islam dijelaskan bahwa betapa membutuhkannya para ahli kubur terhadap kita. Mereka rindu akan doa-doa dan ziarah kubur kita, terutama orang tua dan keluarga.

Basysyar bin Ghalib, seorang ulama salaf juga berkata, “Aku bermimpi Robiah Al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku: ‘Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai kepada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera’. ‘Bagaimana hal itu bisa terjadi?’ jawabku.

‘Begitulah doa-doa orang yang masih hidup. Apabila mereka mendoakan orang-orang yang sudah mati dan doa itu dikabulkan, doa itu diletakkan di atas piring dari cahaya dan ditutupi sapu tangan sutera. Lalu, hadiah itu diberikan kepada orang mati yang didoakan itu. Lalu dikatakan kepadanya: ‘Terimalah, ini hadiah si fulan kepadamu’”.

Basysyar bin Ghalib, seorang ulama salaf juga berkata, “Aku bermimpi Robiah Al-Adawiyah dalam tidurku. Aku memang selalu mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku: ‘Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu selalu sampai kepada kami di atas piring dari cahaya, ditutupi dengan sapu tangan sutera’. ‘Bagaimana hal itu bisa terjadi?’ jawabku.

Subhanallah, begitu dahsyatnya pengaruh doa dan ziarah kubur untuk para penghuni kubur. Selain untuk mengingatkan pada kematian agar lebih taat beribadah, berziarah dan berdoa untuk para ahli kubur juga akan membuat kesenangan tersendiri bagi mereka yang telah meninggal. Sebab kedatangan dan doa-doa kita akan menjadi hadiah yang paling mereka tunggu-tunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar